Thursday, February 28, 2013

Penyuluhan Pertanian, antara Produksi dan Perubahan Perilaku

penyuluhan, pertanian,produksi

Penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal untuk petani dan keluarganya (pelaku utama) dan pelaku usaha, agar mereka mampu dan mandiri (mengambil keputusan sendiri) terkait dengan usaha taninya, kemampuan mencari informasi pasar dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tujuan utama dan pertama dalam kegiatan penyuluhan pertanian sejatinya bukanlah untuk meningkatkan produksi, karena produksi merupakan faktor yang tidak hanya dipengaruhi oleh kegiatan penyuluhan an sich, tapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan, fasilitas, kebijakan, dll.

Tujuan utama penyuluhan pertanian adalah upaya untuk melakukan perubahan perilaku petani dan pelaku usaha terkait dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Olehkarena itu, kinerja penyuluh pertanian semestinya dinilai berdasarkan hal tersebut.

Kemampuan adopsi inovasi petani (menerima teknologi dan mengaplikasikannya) adalah tanggung jawab penyuluh, cara bercocok tanam, pengelolaan tanaman, penggunaan pupuk, penggunaan pestisida, terkait dengan apa yang dilakukan petani, dan akselerasi perubahannya itu adalah tanggung jawab penyuluh.

Produksi tanaman menurun, misal Padi (komoditas politik dan populer) jangan hanya menyalahkan penyuluh, karena banyak juga faktor lain yang diluar jangkauan penyuluh, misal, ketersediaan pupuk dan saprodi lainnya, fasilitas irigasi, infrastruktur jalan produksi, anomali iklim dll, juga bisa mempengaruhi produksi petani.

Undang-undang tentang perlindungan dan pemberdayaan petani setidaknya telah mengadopsi ini, meski bagi saya undang-undang tersebut masih perlu dikritisi terkait dengan konsep kemandiriannya, tapi setidaknya tugas peningkatan produksi bukan saja tugas penyuluh tapi tugas seluruh komponen stakeholder terkait bahkan tidak hanya satu kementrian tapi melibatkan kementrian lain seperti PU dan Perdaganan dan Industri.

Undang-undang SP3K, dan berbagai Peraturan lain seperti Undang-Undang tentang programa, pengembangan kelompok tani dll, setidaknya harus menjadi pedoman bagi penyuluh, sebagai upaya, membina, menumbuhkan dan mengembangkan petani dan kelompok tani, gapoktan agar orientasi mereka menjadi lebih baik, berorientasi agribisnis seperti membangun corporate farming.

Saya juga mengakui bahwa profesioanlitas penyuluh masih perlu ditingkatkan, intensitas kunjungan, pengetahuan dan pemahaman terhadap perencanaan, pelaksanaan penyuluhan, penggunaan media penyuluhan, Cyber extension, kemampuan menyelesaikan masalah sesuai potensi masih perlu ditingkatkan.

Tapi setidaknya, kita semua harus memiliki persepsi yang sama terlebih dahulu terkait dengan tugas utama dan pertama dari penyuluhan pertanian, yakni merubah perilaku petani bukan peningkatan produksi, peningkatan produksi bagi saya adalah impact dari sekian banyak impact penyuluhan. Karena penyuluhan adalah pendidikan non formal dan tujuan utama dari pendidikan adalah change pf behavior.

Profesionalitas, bisa dan sangat mungkin untuk ditingkatkan asalkan ada goodwill dari berbagai pihak, lembaga penyuluhan, penyuluh sendiri dan stakeholder terkait.

semoga bermanfaat

2 komentar: